Sesak Nafas Karena Jantung Atau Maag?
Sesak Napas

Sesak Nafas Karena Jantung Atau Maag?

Penyebab Sesak Nafas

Sesak nafas karena jantung merupakan salah satu kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan secara cepat dan tepat. Bila tak segera mendapat penanganan yang tepat di rumah sakit dengan fasilitas yang memadai dapat mengancam nyawa penderitanya. Anda mungkin cukup sering mendengar cerita kerabat atau teman yang awalnya hanya mengeluh “masuk angin” tiba-tiba sesak dan kemudian meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Sayangnya penyebab sesak nafas tak hanya karena serangan jantung. Masih banyak kondisi atau jenis penyakit yang juga memicu gejala sesak. Penyebab dari faktor jantung juga beragam seperti gagal jantung, kardiomiopati (kelemahan pada otot jantung), aritmia (gangguan irama jantung), dan perikarditis (radang pada selaput jantung). Sedangkan serangan jantung yang sering menyebabkan kematian mendadak adalah penyumbatan pada pembuluh koroner jantung.

Penyebab sesak nafas karena gangguan fungsi paru-paru dapat berupa asma, TBC, pneumonia (radang paru-paru), dan efusi pleura (adanya cairan ruang antara paru dan selaput paru). Selain karena gangguan pada jantung atau paru-paru, seseorang yang obesitas atau anemia juga sering mengeluh sesak. Gejala sesak nafas bisa juga suatu hal yang normal seperti sesak nafas saat hamil.

Sesak nafas karena maag kadang-kadang sulit dibedakan dengan sesak karena serangan jantung karena lokasinya yang berdekatan. Ini yang sering disalahartikan sebagai masuk angin. Karena keluhannya di area ulu hati. Agar dapat mengantisipasi secara tepat kita perlu bekal pengetahuan mengenai gejala khas sesak yang muncul saat terjadi serangan jantung.

Gejala Sesak Nafas Karena Jantung

Sesak Nafas Karena Jantung Atau Maag?
Sesak Nafas Karena Jantung Atau Maag?

Serangan jantung sering terjadi secara mendadak dan umumnya setelah melakukan aktifitas yang cukup melelahkan seperti berolahraga. Penderitanya bisa jadi tampak sehat dan segar bugar sebelum serangan. Bila sebelumnya juga ada riwayat sakit maag, seringkali saat terjadi serangan dianggap sebagai maag yang sedang kambuh. Juga pada kelompok lansia yang memang sering mengalami gangguan pencernaan, serangan jantung kerap hanya dianggap gangguan maag biasa. Jadi pada kondisi-kondisi seperti ini kita harus lebih waspada dalam mencermati gejala-gejala yang ada.

Rasa nyeri di ulu hati dan dada, rasa mual, rasa penuh pada perut bisa muncul baik pada gangguan lambung atau pada serangan jantung. Pada nyeri dada akibat jantung memiliki ciri khas yang perlu anda cermati. Nyeri yang khas pada serangan jantung rasanya berat seperti tertindih atau tertekan. Nyeri ini menjalar ke bahu, leher sampai dagu/rahang, dan lengan kiri.

Gejala lain yang harus diwaspadai adalah keringat dingin yang berlebihan. Bila anda mengeluhkan nyeri di ulu hati dan dada seperti saat maag anda kambuh tapi keringat dingin mengucur deras, sebaiknya segera menuju ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian dapat dipastikan apakah keluhan yang anda rasakan ini hanya gangguan lambung atau merupakan indikasi dari serangan jantung.

Sesak karena jantung biasanya juga disertai gangguan irama jantung. Penderita bisa merasakan jantung berdebar-debar kencang atau merasakan detak jantungnya tidak teratur. Waspadai juga sesak yang makin lama makin memburuk sekalipun telah diupayakan tindakan-tindakan untuk mengurangi keluhan sesak nafas. Hal ini terjadi karena kemampuan jantung untuk memompa darah makin menurun sehingga cairan masuk ke jaringan paru-paru. Jangan tunda lagi, segera datangi Rumah Sakit terdekat.

Cukup rumit memang dan dalam beberapa kasus dimana sumbatan yang terjadi pada pembuluh koroner cukup parah, seringkali pasien tidak terselamatkan karena proses kegagalan jantung memompa darah berlangsung sangat cepat. Namun dengan bekal informasi yang tepat kita dapat mengantisipasi dengan tepat kondisi sesak nafas karena jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *