Memulai Usaha Daycare
Bisnis

Ingin Memulai Usaha Daycare? Ini Tahapan Yang Harus Kamu Lakukan

Jika anda ingin memulai usaha apapun termasuk memulai usaha daycare alias usaha tempat penitipan anak maka lakukan berbagai langkah persiapan seperti mengurus perijinan serta menyiapkan proposal yang mampu meyakinkan para klien.

Pada masa beberapa tahun belakangan ini usaha daycare menjadi semakin diminati dan berkembang seperti tumbuhnya jamur di musim hujan. Banyak suami istri yang sama-sama sibuk bekerja sebagai karyawan, eksekutif atau bahkan sebagai pengusaha sehingga mereka tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan dengan keluarga mereka. Sehingga menitipkan anak-anak mereka ke tempat penitipan anak menjadi pilihan pertama.

Biaya yang dibayarkan ke daycare tidak menjadi masalah bagi suami istri yang sama-sama bekerja di luar rumah. Yang penting adalah anak-anak mereka ada yang mengurus serta bisa sebagai tempat belajar dan bersosialisasi dengan peserta didik yang lain. Anak-anak mereka bisa mendapatkan banyak manfaat di tempat daycare tersebut. Manfaat-manfaat (benefits) dari tempat penitipan anak tersebut yang menjadikan banyak pihak membuka usaha daycare karena pangsa pasarnya masih luas yaitu para suami istri yang sama-sama bekerja di luar rumah dan memiliki anak yang berusia masih di bawah usia PAUD atau maksimal berusia TK.

Langkah-Langkah Memulai Usaha Daycare

Simak 7 tahapan di bawah ini beserta paparannya. Ini sangat cocok bagi anda yang berminat memulai usaha tempat penitipan anak.

  1. Penelitian Pasar

Penelitian pasar adalah langkah pertama yang sangat penting dilakukan untuk memulai usaha daycare karena dengan melakukan penelitian pasar maka akan bisa diketahui bagaimana pangsa pasar dari usaha daycare di kota anda atau bahkan di area yang lebih sempit. Dengan penelitian pasar yang tepat maka akan bisa diketahui apakah usaha ini masih memiliki prospek yang baik atau tidak di kota atau bahkan di lokasi sekitar anda.

Dengan riset pasar maka akan bisa diketahui poin-poin penting di dalam memulai usaha ini yaitu kisaran penghasilan orang tua serta usia anak yang bisa diterima. Di dalam memulai usaha apapun anda wajib mengetahui siapa saja yang akan menjadi prospek anda. Melakukan riset untuk dua poin tersebut adalah penting karena kemampuan ekonomi orang tua dan jumlah anak berusia yang bisa diterima adalah berbeda-beda pada tiap-tiap area.

2. Lokasi Usaha

Letak, kondisi beserta sarana prasarana di tempat penitipan anak memang sangat penting untuk menjadikan usaha tersebut cepat dikenal dan dipilih oleh para orang tua untuk menitipkan anaknya. Lokasi yang relatif mudah diakses, kondisi tempat yang bersih dan nyaman untuk anak-anak serta tempat yang permanen dan tidak berpindah-pindah adalah poin penting yang akan bisa membuat para orang tua memilih tempat daycare milik anda.

Tentukan lokasi yang tetap pada saat awal membuka usaha ini. Sebisa mungkin hindarilah berpindah-pindah tempat usaha. Karena besar kemungkinan para orang tua tidak akan mempercayai tempat penitipan anak yang tidak memiliki tempat yang tetap kecuali jika anda telah lama dikenal secara baik dan personal oleh para prospek sebelum membuka usaha tersebut.

3. Menyediakan Sarana Bermain

Memulai Usaha Daycare
Memulai Usaha Daycare

Daycare tidak sekedar bertujuan sebagai penitipan anak saja tetapi untuk tempat anak belajar juga. Jadi, memang seharusnya untuk menyempurnakannya dengan beraneka macam sarana bermain edukasi anak. Keamanan dan kebersihan sarana bermain tersebut juga wajib selalu diawasi setiap saat.

Dengan banyaknya pilihan sarana permainan maka anak-anak akan semakin merasa betah dan nyaman di tempat tersebut. Permainan edukasi sangat lebih baik bagi anak-anak karena akan bisa meningkatkan daya motorik pada anak-anak.

4. Tenaga Pengasuh yang Berkemampuan

Untuk memulai usaha daycare maka pemilik usaha wajib memperhatikan keselamatan anak-anak. Karena itulah usaha ini bukanlah usaha yang sederhana. Kewajiban pemilik usaha daycare adalah memastikan data yang valid dari calon pengasuh yang hendak direkrut. Data tersebut meliputi diantaranya yaitu data kependudukan (KTP), latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga serta profil psikologi pula. Mungkin diperlukan pula test psikologi bagi calon pengasuh anak-anak pada tempat daycare.

Pemilik usaha daycare pasti tidak mau timbul kejadian yang membahayakan keselamatan anak-anak yang disebabkan oleh salah pilih calon pengasuh dalam proses rekrutmen.

5. Penetapan Biaya

Sebelum menetapkan besaran biaya maka anda wajib mengenali tingkat perekonomian dari target market anda. Anda wajib sudah bisa menentukan apakah target pasar berasal dari tingkat perekonomian menengah ke atas atau sebaliknya.

Jika telah berhasil melakukan identifikasi terhadap tingkat ekonomi orang tuanya maka anda bisa menyesuaikan biaya bagi anak-anak yang dititipkan di daycare anda.

Berikan fitur-fitur tambahan misalnya laporan perkembangan anak dan juga pemeriksaan kesehatan anak berbanding lurus dengan harganya yang lebih mahal jika pengguna jasa anda berasal dari kalangan menengah ke atas. Niscaya para orang tua akan senang dengan bonus fitur-fitur semacam itu.

6. Surat Ijin Usaha

Sudah menjadi kewajiban bagi siapapun yang hendak memulai usaha termasuk memulai usaha daycare untuk mengurus legalitas usaha mereka ke dinas-dinas terkait seperti SIUP, SITU, NPWP, Ijin Gangguan, dan lain-lain.

Legalitas ini sangat penting bagi pelaku usaha ke segala arah. Legalitas ini penting ke arah konsumen pengguna jasa daycare supaya tempat daycare mendapatkan kepercayaan dari mereka.

Legalitas juga sangat penting ke arah pemerintah demi kelangsungan usaha tersebut seperti untuk kepentingan bayar pajak, dan lain-lain.

7. Promosi

Usaha apapun apalagi usaha yang baru saja berdiri sangat butuh dipromosikan untuk memperkenalkan usaha tersebut kepada masyarakat. Pemilik daycare wajib menyebarkan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat secara berkelanjutan supaya nama usaha mereka bisa dikenal dan diingat.

Promosi secara online bisa dilakukan dengan membuat akun resmi lembaga penitipan daycare pada media sosial seperti misalnya facebook, twitter, IG maupun membuat website profil.

Promosi offline bisa dengan mencetak brosur dan flyer untuk disebarkan pada lokasi-lokasi sekolah, kantor, dan lain-lain. Yang paling efektif untuk menumbuhkan kepercayaan adalah dengan melakukan presentasi tatap muka di komunitas Ibu-Ibu.

Beberapa langkah-langkah di atas sangat masuk akal untuk dilakukan jika anda berminat ingin memulai usaha daycare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *