Hernia – Definisi dan Klasifikasi Hernia
Hernia

Hernia – Definisi dan Klasifikasi Hernia

Hernia – Definisi dan Klasifikasi Hernia
Hernia – Definisi dan Klasifikasi Hernia

Definisi Hernia

Hernia atau yang sering disebut dengan turun berok oleh masyarakat awam merupakan keluhan yang cukup sering terjadi. Namun terkadang banyak yang tidak menyadari bahwa yang gejala yang dialaminya disebabkan oleh hernia karena gejalanya bervariasi. Mari kita mengenal lebih dekat tentang penyakit yang satu ini, apa sebenarnya yang disebut dengan hernia dan apa saja gejala yang dapat muncul.

Hernia adalah keadaan dimana terdapat sebagian atau keseluruhan organ atau jaringan (yang tersering usus) menonjol ke area yang tidak biasa. Hal ini dimungkinkan karena adanya bagian yang lemah atau terbuka pada dinding otot perut, sehingga akan tampak benjolan atau tonjolan. Hernia dapat dialami oleh siapa saja, laki-laki, perempuan, dewasa, anak-anak, bahkan pada bayi. 

Klasifikasi Hernia

Klasifikasi dari hernia cukup banyak, dan gejala yang muncul juga tergantung pada jenis hernia yang dialaminya. Berikut ini adalah klasifikasi hernia yang perlu kita ketahui:

Klasifikasi Berdasar Lokasi Hernia

A. Hernia Inguinalis adalah hernia yang lokasinya di dekat selangkangan atau pada perut bagian bawah. Hernia inguinal merupakan jenis hernia yang paling sering dijumpai. Penderitanya lebih banyak pria daripada wanita. Tonjolan pada hernia jenis ini selain di selangkangan dapat juga muncul pada kantung buah zakar (scrotum) sehingga disebut hernia scrotalis. 

B. Hernia Femoralis terjadi akibat lemahnya otot paha atas di bawah selangkangan. Hernia pada wanita salah satunya adalah jenis ini. Wanita lebih banyak yang mengalami hernia femoralis dikaitkan dengan bentuk panggulnya yang berbeda dari pria.

C. Hernia Umbilikalis lokasinya pada sekitar pusar. Seperti hernia femoralis, hernia jenis ini juga lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria.

D. Hernia insisional adalah hernia yang terjadi pada lokasi yang pernah mengalami luka sayatan sehingga usus menonjol melalui jaringan parut yang lemah.

Klasifikasi Berdasarkan Terjadinya Hernia

A. Hernia Kongenital/bawaan adalah hernia pada bayi akibat tidak sempurnanya dinding otot perut yang terjadi sejak di dalam kandungan. Bayi yang lahir prematur atau berat badan saat lahir rendah memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami hernia.

B. Hernia Dapatan adalah hernia yang terjadi setelah dewasa. Hernia ini terjadi akibat adanya faktor-faktor pemicu yang membuat dinding otot perut lemah.

Klasifikasi Berdasarkan Sifat Hernia

A. Hernia Reponibel adalah hernia dimana hernia masih dapat keluar masuk melalui bagian dinding otot perut yang lemah. Penderita biasanya merasakan ada benjolan yang muncul saat berdiri atau mengejan, namun bila berbaring atau didorong, benjolan menghilang.

B. Hernia Ireponibel adalah hernia yang tidak dapat didorong masuk lagi ke dalam rongga perut. Umumnya akibat terjadi perlengketan dengan jaringan di sekitarnya.

C. Hernia Strangulata/Inkarserata adalah hernia yang perlu mendapat penanganan dengan segera. Hernia jenis ini terjadi karena kantung hernia terjepit oleh cincin hernia sehingga tidak dapat didorong masuk. Jepitan ini juga melibatkan pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah. Benjolan tampak meradang, kemerahan, bengkak, dan disertai keluhan nyeri yang hebat.

Dari klasifikasi di atas dapat kita simpulkan bahwa gejala yang timbul akibat hernia umumnya adalah adanya benjolan atau tonjolan. Gejalanya bisa ringan dimana isi kantung hernia masih bisa keluar masuk, namun ada juga yang berat dan perlu penanganan segera seperti hernia inkarserata. Bila jepitan yang terjadi tidak segera ditangani maka dapat mengakibatkan jaringan yang tidak mendapat aliran darah mati dan membusuk. Hal ini bisa mengancam nyawa. Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja gejalanya, sehingga dapat mengantisipasi hernia dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *