Gejala Rematik Akibat SLE
Rematik

Gejala Rematik Akibat SLE

Penyakit Rematik Akibat SLE

Gejala rematik akibat SLE adalah salah satu gejala yang membuat penderitanya sulit beraktifitas. SLE (Systemic Lupus Erythematosus) adalah salah satu jenis penyakit lupus yang paling banyak penderitanya. Penyakit ini tergolong autoimun, dimana terjadi gangguan pada sistem imun penderitanya. Sistem imun yang semestinya melindungi tubuh justru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh itu sendiri.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Para ahlipun sampai saat ini belum menemukan penyebab pastinya. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan risiko SLE yaitu:

  1. Jenis kelamin, wanita berisiko lebih besar untuk mengalami SLE
  2. Sering terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama
  3. Mempunyai riwayat penyakit autoimun lainnya
  4. Usia 15-40 tahun adalah rentang usia dimana diagnosa SLE sering ditemukan.
  5. Obat-obatan jenis tertentu dari golongan obat anti kejang, obat tekanan darah, dan antibiotik dapat memicu Lupus. Namun gejalanya akan hilang bila penggunaan obat pemicunya distop.

Gejala Rematik Akibat SLE

Gejala Rematik Akibat SLE
Gejala Rematik Akibat SLE

SLE (Systemic Lupus Erythematosus) tidak hanya menyerang persendian saja namun banyak jaringan tubuh lain yang terkena. Berikut ini adalah keluhan yang dirasakan penderita SLE:

  1. Persendian nyeri, meradang, dan bengkak. Sendi yang sering terkena adalah pergelangan tangan sampai tangan dan lutut.
  2. Lemah, lesu, sulit menjalankan aktifitas seperti biasa
  3. Pada pipi terdapat ruam merah yang simetris, sehingga berbentuk seperti kupu-kupu
  4. Sakit kepala dan rambut rontok
  5. Radang selaput paru-paru sehingga nyeri saat bernapas

SLE tergolong penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Terapi yang diberikan adalah untuk mengurangi keluhan atau membuat penyakit dalam kondisi remisi sehingga penderita dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan lebih baik. Bila nyeri dan peradangan pada sendi tangan dan pergelangan tangan dapat diredakan maka penderita akan dapat kembali melakukan aktifitasnya.

Gejala yang muncul bisa berbeda antara penderita SLE yang satu dengan yang lainnya, sehingga tak perlu heran bila obat – obatan yang diresepkan dokter pada pasien SLE juga berbeda-beda. Gejala rematik pada tangan yang dirasakan bisa ringan atau berat, sehingga dokter akan menyesuaikan obat yang diberikan dengan gejala dan respon dari penderita.

Pengobatan Gejala Rematik Akibat SLE

SLE adalah penyakit kronis, dimana penderita biasanya perlu minum obat secara rutin untuk mengatasi keluhan nyeri dan bengkak pada persendiannya. Obat golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamatory Drug) semisal naproxen atau ibuprofen adalah jenis yang sering diberikan dokter untuk mengurangi keluhan nyeri sendi. Dokter anda mungkin meresepkan obat jenis DMARDs (Disease-Modifying Antirheumatic Drugs) seperti methotrexate, sulfasalazine, atau hydroxychloroquine.

Terapi lain adalah yang bertujuan menenangkan sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang dirinya sendiri. Dengan menekan reaksi sistem kekebalan tubuh, maka berbagai keluhan yang muncul juga akan mereda. Ada dua golongan obat yang biasa diresepkan dokter yaitu kortikosteroid dan imunosupresan. Namun obat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh juga memiliki banyak efek samping sehingga penggunaan harus dalam pengawasan dokter.

SLE tak hanya mengganggu fungsi otot dan persendian saja namun dapat menimbulkan gangguan yang serius pada organ – organ penting pada tubuh. Untuk itu anda perlu mengenali gejala rematik akibat SLE. Amati gejala – gejala yang menyertai keluhan rematik anda. Bila ternyata anda juga mengalami gejala yang mengarah pada penyakit SLE, segera konsultasi pada dokter yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut gejala rematik anda.

Baca juga ciri-ciri rematik osteoarthritis selain gejala rematik pada penyakit SLE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *