Alergi,  Kesehatan

Alergi – Gejala dan Dampaknya Pada Anak

Definisi Alergi

Alergi adalah kata-kata yang makin populer di dunia kesehatan juga pada masyarakat pada umumnya. Bahkan tak jarang orang awam menyebut penyakit gatal di kulit sebagai penyakit alergi. Padahal keluhan gatal pada kulit tak melulu karena alergi. Sementara gejala alergipun tak hanya sebatas gatal pada kulit.

Gejala akibat alergi umumnya kambuh – kambuhan sehingga tak jarang mengganggu aktivitas. Tak sedikit orang dewasa yang mengeluh pekerjaan sehari-harinya terbengkalai akibat gejala alergi yang kambuh tak kenal waktu dan tempat. Bila orang dewasa saja bisa merasa sangat terganggu, apalagi anak-anak. Mereka belum bisa sepenuhnya mengatasi gangguan yang terjadi pada tubuhnya. Disini peran orang tua yang paling utama untuk mengenali dan mengatasi gejala alergi pada anaknya.

Masalah alergi pada anak tak hanya sebatas gejala yang dialaminya saja. Kita harus ingat bahwa masa anak-anak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan. Segala hal yang mengganggu kesehatan anak dapat berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu para orang tua harus tanggap bila anak mereka mengalami gejala alergi sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang tepat.

Sebelum melangkah lebih lanjut kita harus paham dulu definisi yang tepat dari alergi. Kata alergi tidak berarti keluhan gatal pada kulit sebagaimana pendapat kebanyakan orang awam. Gatal pada kulit hanya salah satu gejala yang dapat muncul akibat alergi. Alergi adalah reaksi kekebalan tubuh kita yang berbeda atau menyimpang dari normal dan mengakibatkan berbagai gejala yang merugikan.

Kekebalan tubuh ibarat tentara yang bertugas menyerang sesuatu yang berbahaya bagi tubuh semisal virus atau bakteri. Pada reaksi alergi yang “diserang” oleh sistem kekebalan tubuh adalah zat yang sebenarnya tidak membahayakan tubuh. Sebagai contoh kasus alergi susu sapi, gejala alergi dipicu oleh protein yang terkandung dalam susu sapi. Protein yang bermanfaat bagi tubuh, dianggap sebagai musuh oleh sistem kekebalan anak yang alergi pada susu sapi.

Faktor yang Mempengaruhi Alergi Pada Anak

Tidak semua anak akan mengalami alergi. Ada beberapa faktor yang membuat anak berbakat alergi. Orang tua perlu mengetahui faktor-faktor ini agar dapat waspada akan risiko terjadinya gejala alergi pada anak mereka. Berikut ini adalah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya alergi pada anak.

  1. Faktor keturunan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa faktor genetika erat dengan terjadinya gejala alergi. Bahkan sebagian ahli telah menemukan gen yang dianggap bertanggung jawab terhadap munculnya alergi.

Bila salah satu orang tua punya riwayat alergi maka risiko sang anak mengalami alergi akan meningkat. Risiko lebih tinggi bila riwayat alergi ada dari pihak ibu. Risiko juga meningkat dengan signifikan bila kedua orang tua memiliki riwayat alergi. Lalu bila orang tua tidak mempunyai riwayat alergi apakah anaknya bebas dari risiko? Ternyata tidak.

Anak yang orang tuanya bebas alergi tetap punya risiko mengalami alergi sebesar 5-15%. Bila riwayat alergi dimiliki oleh salah satu orang tua, risikonya naik menjadi 20-40%. Jika kedua orang tua mempunyai riwayat alergi risikonya bisa melonjak jadi 40-80%.

  • Proses Kelahiran Bayi

Bayi yang lahir melalui operasi Caesar memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gejala alergi daripada bayi yang lahir normal. Hal ini diduga ada kaitannya dengan paparan mikro organisme di jalan lahir (vagina) yang bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

  • Pemberian ASI

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko terkena gejala alergi lebih kecil daripada bayi yang mengkonsumsi susu formula. Manfaat ASI tak terbantahkan lagi. Selain unggul dalam nutrisi, mempererat hubungan ibu dan bayi, mengandung komponen kekebalan tubuh bagi bayi, serta memperkecil risiko terjadinya alergi.

Ciri-Ciri Alergi Pada Anak

Bila anak anda memiliki faktor risiko di atas, waspadai kemungkinan anak rentan mengalami gejala alergi. Kenali apa saja gejala yang dapat muncul akibat reaksi alergi. Ingat gejalanya tak cuma sebatas alergi kulit ya. Beragam gejala dapat muncul, sehingga kadang orang tua tak mengira bahwa keluhan yang diderita anaknya ternyata bersumber dari alergi. Berikut ini adalah gejala atau ciri-ciri alergi yang dapat muncul pada anak:

  1. Gejala alergi pada kulit

Gejala yang nampak juga beragam dan umumnya terkait dengan zat yang memicu reaksi alergi (alergen)nya. Beberapa bentuk yang dapat anda jumpai adalah eksim atopik, dermatitis kontak alergik, dan urtikaria.

  1. Eksim Atopik

Eksim atopik biasa disebut juga dengan nama dermatitis atopik yaitu keluhan ruam pada kulit yang dialami anak dengan riwayat alergi pada anggota keluarganya. Pemicu tersering dari dermtitis atopik adalah jenis makanan tertentu dan tungau debu rumah.

Ada perbedaan tampilan pada kulit sesuai dengan usia anak. Pada anak yang berusia < 2 tahun ruam umumnya muncul di daerah kepala, wajah, dan dahi. Bentuk lesi berupa bintil berwarna kemerahan, disertai lepuh halus dan basah, dan seringkali tampak keropeng. Sementara pada anak dengan usia > 2 tahun, tampilan lesi umumnya lebih kering, terdapat bintil-bintil, penebalan kulit, dan tampak seperti bersisik. Lokasi lesi biasanya ada di lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan, juga leher namun jarang muncul di area wajah.

  • Dermatitis Kontak Alergik

Sesuai dengan namanya, keluhan ini terjadi setelah kulit kontak dengan suatu bahan tertentu. Gejala yang tamoak umumnya bercak kemerahan yang berbatas tegas, lalu muncul bengkak dan bintil-bintil, serta lepuh. Pada kasus yang terjadi dalam waktu lama (menahun) kulit tampak kering, menebal, bersisik, terdapat bintil-bintil, atau terlihat seperti retakan pada kulit. Gejala ini muncul di area yang kontak dengan alergen dan dapat meluas ke area sekitarnya.

Berikut ini contoh area dan alergen pemicunya:

  • Tangan : sabun cuci tangan, debu
  • Telinga : anting-anting
  • Leher : kalung
  • Tubuh : sabun, lotion, bedak, detergen, tekstil, bahan pewangi atau pelembut pakaian
  • Kaki : kaos kaki nilon, bahan pembersih lantai, sepatu, sandal
  • Urtikaria

Tampilan urtikaria atau yang lebih terkenal dengan istilah biduran adalah bengkak dan kemerahan yang disertai rasa gatal pada kulit. Bila dipegang kulit juga terasa hangat. Pemicu urtikaria adalah udara atau suhu yang dingin, makanan, debu, ataupun obat.

  • Gejala alergi pada saluran napas

Cukup banyak keluhan pada saluran pernapasan yang dapat muncul karena reaksi alergi. Pada hidung gejalanya hidung tersumbat sehingga anak napas lewat mulut, sering bersin-bersin, atau pilek. Batuk berulang juga perlu diwaspadai sebagai reaksi alergi. Sesak napas, asma, napas berbunyi  (mengi) juga dapat timbul karena alergi.

  • Gejala alergi pada saluran pencernaan

Orang tua banyak yang tak mengira bahwa gejala pada saluran pencernaan dapat pula merupakan reaksi alergi. Keluhan kembung, nyeri perut, mual, muntah, diare berulang, atau justru sembelit dapat terjadi akibat alergi. Diare yang disertai darah juga dapat timbul karena alergi. Gejala BAB berdarah sering disalahartikan sebagai penyakit disentri.

  • Reaksi Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang paling ditakuti. Karena gejalanya berat dan muncul dalam waktu yang cepat setelah terpapar alergen. Penanganan yang cepat dan tepat oleh tenaga medis di tempat yang fasilitasnya memadai sangat penting karena gejala ini dapat mengancam nyawa.

Sebagai orang tua yang paling penting adalah mengenali gejalanya dan waspada terutama bila anaknya tergolong berisiko tinggi terhadap alergi. Berikut ini adalah gejala yang harus anda waspadai:

  1. Gatal-gatal atau kemerahan di seluruh tubuh
  2. Napas sesak atau napas yang berbunyi
  3. Bibir dan wajah tampak bengkak
  4. Bibir berwarna kebiruan disertai napas yang cepat
  5. Suara tiba-tiba serak atau menghilang secara mendadak
  6. Muntah atau diare yang terus menerus
  7. Tangan dan kaki dingin
  8. Penurunan kesadaran (pingsan)

Reaksi anafilaksis dapat terjadi akibat berbagai alergen seperti debu, hewan peliharaan, makanan, atau obat. Bila gejala ini tampak pada anak anda, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Pemicu Alergi Pada Anak

Setelah mengetahui gejala apa saja yang bisa timbul akibat alergi, selanjutnya kita perlu mengenali apa saja yang sering memicu alergi pada anak-anak. Zat yang memicu alergi tidak harus sama dengan zat yang menimbulkan alergi pada orang tuanya. Yang menurun dari orang tua adalah kecenderungan alerginya bukan jenis alergennya. Mari kita perhatikan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada anak:

  1. Makanan

Ini merupakan jenis alergen yang paling sering memicu alergi. Dari penelitian komponen yang memicu alergi makanan adalah protein. Sehingga tak heran bila jenis makanan yang sering membuat alergi adalah makanan atau minuman yang berprotein tinggi. Ini adalah daftar makanan yang dapat memicu alergi

  1. Susu Sapi termasuk produk olahannya seperti yoghurt dan keju
  2. Kacang termasuk di dalamnya kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang pohon seperti kacang mede, pistasio, dan kacang kenari.
  3. Gandum
  4. Telur terutama bagian putih telur yang kaya akan protein
  5. Ikan laut seperti tuna, cod, atau salmon. Jenis ikan laut lainnya juga dapat memicu alergi.
  6. Cokelat
  7. Seafood seperti udang, kerang, kepiting, atau lobster.
  8. Daging ayam
  9. Tomat

Jika anak anda tergolong tinggi risiko alerginya, pada saat memberikan MP ASI perlu perhatian khusus. Dianjurkan memberikan 1 jenis makanan setiap kali makan, sehingga bila muncul reaksi alergi akan lebih mudah untuk diketahui pemicunya. Bila telah diketahui jenis makanan yang memicu alergi sebaiknya dihindari dan dicarikan jenis makanan pengganti agar anak tetap memperoleh zat gizi yang cukup. Alergi susu sapi pada bayi dapat disiasati dengan memberikan susu kedelai (soya) atau susu yang terhidrolisa baik yang terhidrolisa sebagian atau sempurna.

  • Debu, tungau, serbuk sari, dan jamur

Ini adalah kelompok alergen yang bersumber dari lingkungan sekitar anak. Alergen ini terhirup saat bernapas dan menimbulkan reaksi alergi. Gejala yang sering timbul karena alergi debu adalah pada saluran pernapasan dan kulit. Komponen lain yang juga dapat menimbulkan reaksi alergi adalah bulu hewan peliharaan, parfum, dan asap rokok.

  • Dingin

Pemicu alergi dingin adalah suhu yang dingin, cuaca yang berangin dan lembab, ataupun makanan dan minuman yang dingin. Alergi cuaca sering kambuh karena pemicunya sulit dihindari. Gejala yang muncul adalah urtikaria atau pembengkakan pada area rongga mulut bila pemicunya adalah makanan/minuman dingin.

  • Obat

Seperti alergen yang lain, biasanya reaksi alergi muncul tidak pada saat pertama anak diberikan obat tertentu. Bisa jadi awalnya tidak timbul masalah tapi pada pemberian obat yang kesekian muncul reaksi alergi. Idealnya segera kembali ke dokter yang memberikan terapi untuk ditelusuri jenis obat yang memicu alergi dan diberikan obat jenis lain yang fungsinya sama. Kenali obat yang memicu alergi, dan sampaikan kepada dokter pada saat anak berobat, agar dokter tidak meresepkan jenis obat tersebut. Alergi antibiotik termasuk yang sering terjadi.

Dampak Buruk Alergi Pada Anak

Cukup banyak ternyata gejala dan sumber alergi pada anak. Orang tua harus dapat mengenali gejala-gejala ini. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan diagnosanya. Bilamana perlu dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan khusus untuk memastikan diagnosa alergi pada anak anda. Berikan terapi sesuai petunjuk dokter dan lakukan upaya-upaya untuk mencegah alergi anak anda kambuh. Selain itu orang tua juga perlu mengetahui dampak alergi pada anak sehingga dapat mengantisipasi dengan tepat. Dampak alergi pada anak dapat berupa:

  1. Asupan nutrisi terganggu

Ini terjadi pada kasus alergi makanan. Anak dengan alergi susu sapi biasanya kurang Vit D. Ganti susu dengan susu kedelai atau susu formula khusus sesuai rekomendasi dokter. Anda juga dapat memberikan daging sapi, daging unggas, ikan, atau sereal yang dilengkapi dengan pro Vit D. Telur mengandung vitamin A, D, E, B12, zat besi, asam folat, dan kaya protein. Bila anak alergi telur dapat diganti dengan daging sapi/kambing/unggas, susu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

  • Pertumbuhan dan perkembangan terganggu

Hal ini terjadi terutama pada bayi. Bila bayi sering mengalami gangguan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangannya rentan terganggu. Gangguan pertumbuhan juga dapat terjadi pada anak dengan keluhan muntah atau diare yang berulang. Konsultasikan dengan dokter yang kompeten agar gejala alergi dapat teratasi dengan baik dan tidak sering kambuh.

  • Kualitas hidup terganggu

Gejala alergi dapat mengganggu di saat anak seharusnya beristirahat/tidur. Keluhan gatal, hidung tersumbat, pilek dan batuk membuat anak tidak dapat tidur nyenyak, sering terbangun, atau gelisah saat tidur. Hal ini dapat membuat anak lesu, mudah lelah, atau sulit konsentrasi pada pelajaran di sekolah. Bila gejala alergi cukup berat, terkadang anak terpaksa harus absen dari sekolah.

  • Dampak psikologis

Pada anak usia sekolah, gejala alergi dapat mengganggu anak secara psikologis misal merasa malu karena gejala alergi pada kulitnya, anak tidak dapat beraktifitas secara normal dengan teman-temannya karena sibuk menggaruk bagian tubuh yang gatal. Hidung yang sering tersumbat dan pilek atau batuk yang berulang bisa mengganggu konsentrasi belajar anak usia sekolah. Sebagian anak yang alergi makanan bisa menunjukkan reaksi kecemasan karena tidak dapat bebas mengkonsumsi makanan seperti teman-temannya. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak yang alergi terhadap beberapa (lebih dari dua) jenis makanan.

Mengatasi masalah alergi pada anak harus menyeluruh. Tak hanya mengatasi gejalanya dengan minum obat, namun harus cermat mengamati apa saja faktor pemicunya. Menjaga anak dari paparan alergennya akan mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Waspadai dampak fisik dan psikis anak akibat gangguan alergi yang dideritanya. Bilamana perlu konsultasikan dengan ahlinya agar masalah fisik dan psikis anak dapat diterapi dengan baik. Dengan penanganan yang tepat anak anda akan dapat tumbuh, berkembang, dan ceria sekalipun memiliki bakat alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *