Alergi,  Kesehatan

Alergi Dingin – Hal-Hal yang Perlu Kita Ketahui

Mengenal Lebih Dekat Tentang Alergi

Alergi dingin merupakan salah satu bagian dari penyakit alergi yang cukup banyak penderitanya. Gejala alergi terhadap dingin bisa terjadi saat tubuh terpapar cuaca atau air dingin (umumnya < 4°C). Selain tingkat suhu, keluhan ini juga dapat terpicu oleh cuaca yang berangin dan lembab atau makanan dan minuman dingin. Alergi sendiri merupakan gangguan kesehatan yang unik karena sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menghilangkannya. Obat alergi yang dijual bebas ataupun yang didapat dengan resep dari dokter dapat meredakan gejala yang timbul akibat alergi namun tidak menghilangkan alerginya.

Nama alergi ternyata berasal dari kata Allos dan Argon. Dalam bahasa Yunani, kata Allos mengadung arti berbeda atau lain, dan kata Argon artinya reaksi. Secara singkat kita dapat menyebut alergi berarti reaksi tubuh yang berbeda atau tidak biasa. Dalam dunia kesehatan alergi didefinisikan sebagai reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang/berubah dari keadaan normal sehingga menimbulkan keluhan yang merugikan tubuh. Para ahli juga menyebut kondisi alergi sebagai reaksi hipersensitivitas artinya tubuh kita menunjukkan reaksi yang berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap tubuh sebagai benda asing atau berbahaya.

Dari penjelasan di atas kita ketahui bahwa alergi terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi tidak semestinya. Dalam alergi yang paling berperan adalah IgE (Imunoglobulin E). Saat terpapar alergen (zat yang dapat memicu gejala alergi), tubuh menghasilkan IgE yang spesifik untuk alergen tersebut. Pada orang yang memiliki bakat atau kecenderungan alergi memproduksi IgE dalam jumlah banyak atau berlebihan. Pada fase awal, paparan dari alergen belum menimbulkan gejala alergi.

IgE selanjutnya menempel pada mast cell yang ada dalam berbagai jaringan tubuh. Suatu saat ketita alergen masuk ke dalam tubuh dan menempel pada IgE yang spesifik atau sesuai dengan alergen tersebut maka akan memicu reaksi dalam sel. Suatu proses dimana mast cell akan melepas histamin. Zat histamin inilah yang menimbulkan beragam gejala alergi.

Rentang waktu mulai terjadinya paparan alergen sampai munculnya gejala alergi bervariasi mulai beberapa menit sampai beberapa jam. Bahkan dijumpai pula reaksi alergi yang muncul 24 jam setelah terpapar. Setiap kali terpapar alergen maka berisiko timbulnya gejala alergi yang dapat mengganggu aktifitas penderitanya. Seseorang yang alergi terhadap makanan tertentu dapat terhindar dari gejala alergi bila ia tidak mengkonsumsi jenis makanan pemicu alerginya. Namun penderita alergi dingin dan debu seringkali sulit untuk benar-benar bebas dari gangguan alergi karena alergennya susah untuk dihindari.

Gejala dan Ciri-Ciri Alergi Dingin

Gejala alergi bermacam-macam sesuai dengan organ tubuh dimana histamin dilepaskan. Penderita alergi dingin umumnya merasakan keluhan pada saluran pernapasan atau pada kulit. Berat ringannya gejala yang muncul bervariasi. Gejala yang ringan mungkin tak terlalu dirasakan oleh penderita atau dapat diatasi sendiri di rumah. Tapi perlu diwaspadai bahwa gejala alergi bisa cukup parah, tekanan darah yang bersangkutan bisa turun drastis, kesadaran menurun, bahkan dapat membahayakan nyawa. Kondisi seperti ini jelas memerlukan penanganan tenaga medis yang kompeten di fasilitas kesehatan yang memadai. Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami oleh orang yang sensitif terhadap udara dingin.

  1. Gejala pada saluran pernapasan.

Penderitanya dapat mengeluh hidung tersumbat, gatal, bersin-bersin, atau hidung yang terus berair. Bagi orang yang alergi dingin pilek bisa ringan namun bisa sangat mengganggu bila cairan bening dan encer terus menerus mengalir dari hidung tanpa bisa dicegah. Bersin yang terus berulang juga membuat aktifitas anda terganggu. Saatnya anda minum obat pereda alergi atau ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tapi bila napas anda terasa berat, sesak napas hebat, napas pendek-pendek, atau napas berbunyi segera menuju fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendapat terapi dan penanganan yang optimal. Orang tua juga harus waspada jika gejala ini muncul sebagai alergi dingin pada anak mereka.

  • Gatal pada kulit dan muncul ruam berwarna kemerahan

Gejala ini adalah keluhan yang paling sering dirasakan oleh orang yang sensitif terhadap udara dingin. Gatal dan ruam bisa tetap dirasakan walaupun penderitanya pindah ke ruangan yang lebih hangat. Dari penelitian pada sebagian kasus, gejala ini dapat bertahan atau bahkan makin parah dalam waktu sekitar 24 jam.

  • Bengkak pada anggota tubuh yang terpapar dingin

Bengkak sering terjadi pada tangan namun dapat terjadi pada bagian tubuh yang lain. Keluhan bengkak juga dapat muncul pada bibir dan rongga mulut setelah mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin. Waspadai pembengkakan yang terjadi pada saluran napas seperti bagian lidah dan tenggorokan. Pembengkakan di area ini membuat penderita sulit bernapas dan bila tidak memperoleh penanganan yang tepat dapat mengancam nyawa.

  • Bentol-bentol merah pada kulit

Keluhan ini populer di kalangan masyarakat dengan sebutan biduran. Bila digaruk maka tak lama kemudian bentol juga muncul area bekas garukan. Pada penderita alergi dingin biduran bisa mengganggu penampilan bila terjadi di area wajah. Tak hanya menimbulkan bentol tapi biduran juga terasa gatal dan panas. Gejala ini cukup sering membuat penderitanya datang ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi agar bentol dan gatal yang muncul dapat cepat reda.

Bagaimana cara untuk memastikan gejala yang anda alami adalah karena alergi atau bukan? Ada cara sederhana yang juga sering digunakan oleh dokter untuk mendiagnosa alergi dingin pada seorang pasien. Ambil es batu lalu lalu tempelkan pada kulit anda selama kurang lebih 5 menit. Bila anda sensitif terhadap suhu yang dingin, akan tampak gatal, kemerahan, atau bentol-bentol yang muncul pada area tersebut beberapa menit setelah es batu anda angkat.

Faktor yang Mempengaruhi Alergi Dingin

Selain cuaca, suhu dingin, atau makanan dan minuman dingin ternyata terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya gejala pada penderita alergi dingin. Bila anda termasuk orang yang sensitif terhadap udara dingin mungkin anda akan menjumpai fakta bahwa kondisi atau suhu tertentu dapat memicu keluhan namun pada kesempatan yang lain kondisi yang sama tidak menimbulkan keluhan apapun. Mari kita simak lebih lanjut faktor apa saja yang dapat mempermudah munculnya gejala alergi.

  1. Faktor keturunan

Dari banyak penelitian mengenai alergi ternyata memang risiko seseorang mengalami gejala alergi meningkat bila terdapat anggota keluarga yang juga menderita alergi. Salah satu penelitiannya adalah yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012 dimana secara statistik terbukti faktor keturunan berperan dalam alergi dingin. Gejala alergi akibat dingin pada orang yang memiliki keluarga dengan riwayat yang sama dapat terjadi 30 menit setelah terpapar dan gejalanya dapat berlangsung selama sekitar 48 jam. Ini salah satu alasan mengapa dokter umumnya menanyakan riwayat keluarga terhadap keluhan yang sama pada penderita yang diduga mengalami alergi dingin.

  • Faktor usia

Setelah diteliti ternya gejala alergi terhadap suhu yang dingin lebih sering muncul pada rentang usia tertentu. Usia anak-anak sampai remaja memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya reaksi alergi terhadap paparan dingin. Selanjutnya keluhan reaksi akan membaik atau berkurang frekuensi kekambuhannya dalam jangka waktu beberapa tahun.

  • Kondisi penyakit tertentu

Para ahli yang meneliti hal-hal yang terkait dengan penyakit alergi menemukan bahwa gejala alergi terhadap cuaca atau suhu yang dingin rentan muncul pada orang-orang yang menderita kanker atau hepatitis. Risiko terjadinya reaksi terhadap dingin juga meningkat pada sesorang yang baru mengalami pneumonia atau radang paru-paru.

Bagaimana Mencegah Alergi Dingin Kambuh?

Mencegah tentu saja lebih ideal daripada mengobati gejala yang terlanjur muncul. Sebagaimana jenis alergi yang lain ada beberapa saran yang perlu diikuti agar terhindar dari gejala alergi terhadap dingin. Bila poin-poin berikut ini dilakukan diharapkan dapat mengurangi frekuensi kekambuhan dan seandainya muncul diharapkan gejalanya tidak parah.

  1. Menghindari paparan udara dingin

Ada hal-hal yang sebaiknya anda hindari agar tidak terjadi penurunan suhu yang drastis pada kulit yang dapat memicu timbulnya gejala alergi seperti mandi dengan air dingin di pagi hari atau penggunaan AC. Sebaiknya tidak mengunjungi wilayah yang berhawa dingin atau dataran tinggi.

Seandainya hal ini tak bisa dihindari, pastikan anda menjaga tubuh tetap hangat. Kenakan pakaian hangat seperti celana, baju panjang,  jaket, sarung tangan, dan penutup kepala. Sebelum berenang celupkan tangan anda ke dalam kolam selama beberapa saat, lalu tunggu sejenak untuk melihat apakah muncul reaksi atau tidak. Hal ini perlu untuk mengantisipasi risiko munculnya gejala alergi yang berat saat berenang. Anda juga dapat minum obat anti alergi sesuai anjuran dokter sebelum pergi ke tempat-tempat yang berhawa dingin.

  • Menghindari makanan dan minuman dingin

Yang paling dikhawatirkan adalah reaksi berupa membengkaknya tenggorokan yang dapat membuat penderitanya sulit bernapas. Dalam kondisi yang parah bisa jadi mengancam nyawa.

  • Sampaikan riwayat alergi terhadap udara dingin pada dokter

Bila anda harus menjalani operasi yang notabene dilakukan di ruangan ber-AC, riwayat alergi ini harus disampaikan. Ini penting agar dokter dapat mencegah terjadinya reaksi alergi atau dapat segera mengambil tindakan yang tepat sila sewaktu-waktu terjadi reaksi alergi terhadap paparan AC di ruang operasi.

Bagaimana Mengatasi Keluhan Akibat Alergi Dingin

Bila sudah melakukan upaya pencegahan sedemikian rupa namun gangguan akibat reaksi alergi tetap muncul, anda mungkin perlu menggunakan obat medis agar keluhan anda segera reda dan tak mengganggu aktifitas. Berikut ini anda dapat mengenal jenis obat-obatan yang biasa diresepkan oleg dokter untuk mengatasi gejala alergi.

  1. Obat Golongan Antihistamin

Ini merupakan jenis obat yang paling sering digunakan. Pada pembahasan di atas telah disampaikan bahwa histamin adalah zat yang berperan menghadirkan beragam gejala alergi pada tubuh penderita. Antihistamin meredakan gejala alergi dengan cara menekan kerja histamin dalam tubuh, hasilnya keluhan yang muncul juga perlahan akan reda.

Antihistamin sebagai obat alergi tersedia dalam bentuk tablet, syrup, krim, dan injeksi. Obat dalam bentuk injeksi digunakan untuk gejala alergi yang parah dan diberikan serta dalam pengawasan tenaga medis yang kompeten.

Chlorpeneramin, Diphenhydramine, Fexofenadine, dan Cetirizine adalah beberapa contoh obat dari golongan antihistamin. Pastikan anda menggunakannya sesuai petunjuk dokter.

  • Obat Golongan Anti Leukotriene

Leukotriene adalah zat yang dilepaskan oleh sel darah putih pada paru-paru. Zat ini memiliki efek memicu radang aliran udara jadi terhambat. Obat ini memiliki fungsi utama sebagai obat asma agar saluran napas yang menyempit pada saat serangan asma dapat melebar. Namun ternyata obat ini dapat memberi manfaat lain pada gangguan kesehatan akibat alergi seperti mengatasi gejala alergi debu, membantu mencegah alergi musiman karena serbuk sari, dan bermanfaat meredakan biduran termasuk yang dipicu oleh udara dingin.

  • Obat Golongan Kortikosteroid Sistemik

Obat golongan ini tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. Kortikosteroid injeksi sering digunakan dokter untuk mengatasi serangan alergi yang parah. Obat yang diberikan melalui injeksi juga lebih cepat meredakan gejala yang ditimbulkan oleh reaksi alergi. Obat yang diminum harus dengan resep dokter. Cara minumnyapun harus sesuai petunjuk dari dokter. Prednison dan Prednisolon adalah contoh obat golongan kortikosteroid yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi keluhan akibat ter.

Ada beberapa efek samping yang dapat anda alami saat mengkonsumsi obat ini yaitu gangguan tidur, peningkatan kadar gula darah 2 jam setelah makan, peningkatan nafsu makan, dan kenaikan berat badan. Saat mendapatkan resep dari dokter, pastikan anda memperoleh informasi yang jelas mengenai jenis obat, cara mengkonsumsi obat, dan efek samping yang mungkin timbul.

  • Omalizumab

Omalizumab atau dikenal juga dengan nama Xolair adalah pilihan terapi yang mungkin ditawarkan oleh dokter bila anda menderita asma atau biduran yang parah yang tidak memberikan respon yang memuaskan dengan obat golongan antihistamin atau kortikosteroid. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat respon kekebalan tubuh kita terhadap alergen, dalam hal ini terutama mempengaruhi Imunoglobulin E (IgE).

Obat ini diberikan dengan cara suntikan di permukaan kulit yang dilakukan setiap 4 minggu sekali. Terapi ini digunakan untuk pasien remaja atau dewasa. Dosis obat akan disesuaikan dengan respon anda terhadap terapi. Untuk hasil yang terbaik anda perlu menjalani terapi ini secara teratur. Bila anda memutuskan untuk mencoba terapi ini, pastikan anda mengikuti jadwal terapi yang telah ditetapkan. Jangan menghentikan terapi ini tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena penghentian terapi secara tiba-tiba dapat membuat kondisi anda lebih buruk.

Cara Alami Mengatasi Alergi Dingin

Kondisi tubuh terbukti turut berperan dalam kambuhnya gejala alergi. Saat tubuh dalam kondisi prima umumnya gangguan akibat alergi lebih jarang kambuh. Bila kambuh, gejala yang timbul juga lebih ringan. Selain menjaga pola makan, pola tidur, serta menghindari stress, terdapat beberapa makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh seperti:

  1. Yoghurt

Yoghurt kaya akan probiotik alami yang bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Selain membantu mengatasi alergi, yoghurt juga dapat membantu kita melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita.

  • Madu

Siapa yang tak kenal dengan madu yang terbukti kaya nutrisi. Sekalipun belum ada penelitian ilmiah bagaimana madu mengurangi alergi, namun hampir semua orang yang rutin mengkonsumsi madu merasa kondisi tubuhnya lebih sehat. Saat hidung tersumbat, minum air hangat yang dicampur madu cukup efektif mengurangi keluhan dan menghangatkan tubuh.

  • Vitamin D

Vitamin D bermanfaat menjaga kesehatan kulit dan membantu mengurangi keluhan gatal-gatal. Anda dapat memperoleh vitamin D dengan mengkonsumsi tuna atau salmon serta berjemur di pagi hari.

Mengenali bagaimana alergi terjadi, faktor apa saja yang berperan, jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala alergi, serta tips mencegah keluhan alergi kambuh dapat membantu anda menghadapi alergi dingin dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *