4 Strategi Menjalankan Usaha dengan Modal Kecil

Apakah Anda berpikir untuk membuka suatu bisnis, namun terkendala dengan permodalan?

Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa modal bukanlah satu-satunya, dan modal dengan jumlah yang besar juga tidak menjanjikan keuntungan yang besar pula. Anda tidak perlu berkecil hati karena modal yang kecil. Strategi berikut bisa Anda lakukan untuk memulai usaha dengan modal kecil. 

Pilih Jenis Usaha Yang Tepat

Melihat dari modal yang Anda miliki, maka Anda harus dapat dengan tepat menentukan jenis bisnis yang tepat. Ada banyak sekali jenis usaha dengan modal kecil.

Carilah bisnis dengan biaya operasional yang kecil pula, misalnya bisnis makanan dan minuman ringan. Kapasitas pertama pun sesuai dengan modal yang ada, jadi skala kecil tidaklah mengapa untuk permulaan.

Coba Anda hitung berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat seratus cup silky pudding dengan skala industri rumahan. Anda mungkin tidak membutuhkan biaya mencapai belasan juta rupiah.

Anda bisa juga bisa memberlakukan sistem pre order jika merasa bahwa modal Anda masihlah kurang untuk memproduksi bisnis kuliner.

Jika Anda ingin berjualan barang-barang dengan modal besar, Anda bisa memilih sistem dropshipping, yang mana tidak memerlukan modal untuk membeli barangnya terlebih dahulu.

Bisnis dengan kategori penawaran jasa juga tidak membutuhkan modal besar, Anda cukup maksimalkan kemampuan dan keterampilan yang Anda miliki, seperti usaha kursus ataupun les, jasa pengetikan, jasa penerjemah, dan sebagainya.

Efektifkan Penggunaan Modal

Ketika modal Anda terbatas, maka Anda harus pintar-pintar dalam mendistribusikan anggaran. Gunakan modal dengan efektif dan strategi yang tepat. Ini dimulai dengan perencanaan usaha yang matang. Catat rincian anggaran belanja Anda secara detail.

Adanya rincian anggaran belanja yang benar-benar sesuai akan membuat bisnis Anda jelas berapa modal yang Anda perlukan untuk produksi dan investasi, berapa kira-kira kapasitas produksinya, dan berapa titik impas balik modal.

Semua bisnis tentu membutuhkan peralatan minimal bolpen untuk mencatat. Maka catat selalu dengan detail pengeluaran Anda meskipun nilainya bagi Anda tidak seberapa. Kategori biaya pengeluaran yang pertama adalah biaya tetap atau biaya investasi, misalnya peralatan untuk urusan administrasi, peralatan produksi, hingga alat pemasaran.

Biaya lain adalah biaya variabel atau biaya yang dikeluarkan untuk operasional, misalnya adalah biaya belanja bahan produksi, biaya listrik, gaji tenaga kerja, penyewaan, dan sebagainya.

Survei Supplier dan Toko

Lakukan survei harga pada supplier dan toko yang menjual barang ataupun bahan yang Anda butuhkan. Tentu kualitas juga harus tetap baik meskipun memiliki harga yang lebih murah dari toko atau supplier lain. 

Anda bisa mencari yang terdekat dengan Anda karena dapat meminimalisir biaya pengiriman. Jika Anda kesulitan, maka survei melalui internet bisa menjadi pilihan karena Anda akan mendapatkan banyak referensi. Jangan lupa juga untuk melakukan negosiasi sesudahnya, jangan langsung deal.

Iklan dan Promosikan Secara Online

Langkah selanjutnya adalah bagaimana Anda promosi dan beriklan. Manfaatkan layanan media sosial yang mana memudahkan Anda dalam melakukan promosi tanpa berbayar. Ini tentu dapat meminimalkan biaya iklan pada media-media yang mana membutuhkan modal besar, seperti banner, leaflet, iklan di koran, atau iklan di televisi.

Promosi paling mudah dan murah pada usaha dengan modal kecil adalah dengan media sosial. Anda juga bisa melakukan pemasaran produk pada situs web yang anda miliki. Kuncinya adalah pada peningkatan traffic dan engagement dengan pengunjung untuk mendapatkan peringkat tinggi pada web anda. Oleh karena itu belajar bisnis secara online adalah sangat mendesak untuk dilakukan.

  • Add Your Comment